Rabu, 05 Juni 2013

0
undefined undefined undefined

Pengertian Radiologi & Radioterapi

Posted in
Radiobiologi merupakan studi tentang efek radiasi pada sel-sel hidup dan organisme (termasuk, namun tidak terbatas pada, efeknya terhadap tubuh manusia). Misalnya, satu bidang radiobiologi mempelajari efek radiasi pada sel kanker, yang memiliki aplikasi penting dalam memperbaiki dan meningkatkan pengembangan teknik radioterapi untuk mengobati tumor ganas.

Dasar Radiobiologi dalam Radioterapi

Prinsip metode multifraksi yang umum dipakai dalam radioterapi konvensional pertama kali berdasarkan pada penelitian radiobiologi yang dilakukan di Paris pada tahun 1920-an. Dari penelitian ini diketahui bahwa seekor domba tidak dapat disterilisasi hanya dengan memberikan satu dosis radiasi pada testisnya tanpa disertai dengan kerusakan pada kulit skrotum. Tetapi bila testis diradiasi dengan cara fraksinasi (dosis terbagi), sterilisasi dapat terjadi tanpa disertai dengan kerusakan pada kulit. tidak terbatas pada, efeknya terhadap tubuh manusia). Misalnya, satu bidang radiobiologi mempelajari efek radiasi pada sel kanker, yang memiliki aplikasi penting dalam memperbaiki dan meningkatkan pengembangan teknik radioterapi untuk mengobati tumor ganas.


sumber : http://alat2kesehatan.com/pengertian-radiologi-radioterapi.php

0 komentar:

0
undefined undefined undefined

Teknik Radiografi Skull (Mastoid : Proyeksi Axiolateral Schuller Method)

Posted in
Patologi yang ditampakkan
Proyeksi ini menampakkan beberapa kelainan pada processus mastoideus. kedua sisi diperiksa sebagai perbandingan.

Persiapan Alat
• Pesawat Sinar-X
• Kaset dan Film 18 x 24
• Marker
• Lysolm
• Gonad shield
Persiapan Pasien
Instruksikan pasien untuk melepaskan benda-benda logam pada daerah kepala

Posisi Pasien
Semiprone

Posisi Obyek
• Atur MSP sejajar dengan meja/permukaan bucky
• Atur interpupilary line tegak lurus terhadap meja/permukaan bucky
• Lipat daun telinga yang terdekat dengan IR
• Pastikan tidak ada rotasi ataupun tilting



Central Ray
250 ke Caudal

Central Point
1½ (4 cm) inci superior dan 1½ (4 cm) posterior MAE

FFD
40 inci (100 cm)
Tahan nafas saat eksposi

Struktur yang ditampakkan
Tampak Os mastoid yang dekat dengan kaset

 
sumber :  http://siavent.blogspot.com/2010/01/teknik-radiografi-skull-mastoid.html

0 komentar:

0
undefined undefined undefined

Teknik Radiografi Skull (Proyeksi AP Axial Towne Method)

Posted in
Patologi yang ditampakkan
Pada pemeriksaan sella tursika metode ini dilakukan untuk menunjukkan adanya pituitary adenomas.

Persiapan Pasien
Lepaskan semua bahan logam, plastik, dan benda-benda lain yang dapat mengganggu gambaran pada daerah kepala

Persiapan Alat
• Pesawat Sinar-X
• Kaset dan Film 24 x 30
• Marker
• Lysolm
• Gonad shield
• Alat fiksasi

Posisi Pasien
Supine atau erect

Posisi Obyek
• Atur bagian kepala posterior menempel meja/permukaan bucky
• Fleksikan leher agar IOML tegak lurus IR
• Atur MSP tegak lurus midline grid atau meja/permukaan bucky



Central Ray
• 30 derajat ke caudad apabila OML tegak lurus IR
• 37 derajat ke caudad apabila IOML tegak lurus IR


Central Point
1,5 inchi (4 cm) superior glabella

FFD
40 inci (100)
Tahan nafas saat eksposi

Struktur yang ditampakkan
• 37 derajat : dorsum sella dan posterior clinoid process tampak berada pada foramen magnum.
• 30 derajat : anterior clinoid tampak dengan jelas, jauh dari kedua petrous ridge, berada diatas foramen magnum, dorsum sellae tampak diatas foramen magnum, superimposisi dengan occipital bone

 
sumber :  http://siavent.blogspot.com/2010/01/teknik-radiografi-skull-proyeksi-ap.html

0 komentar:

0
undefined undefined undefined

Teknik Radiografi Skull (Nasal Bone : Proyeksi Lateral)

Posted in
Persiapan Alat
• Pesawat Sinar-X
• Kaset dan Film 18 x 24
• Marker
• Lysolm
• Gonad shield
• Alat fiksasi

Persiapan Pasien
Lepaskan semua bahan logam, plastik, dan benda-benda lain yang dapat mengganggu gambaran pada daerah kepala

Patologi yang ditampakkan
Fraktur nasal bone. Dapat Dibuat foto perbandingan dengan sisi yang diperiksa berada dekat dengan IR.

Posisi Pasien
Prone atau Erect

Posisi Obyek
• Atur sisi lateral bagian yang akan diperiksa dekat dengan IR
• Atur nasal agar berada ditengah-tengah IR
• Atur kepala agar true lateral dan posisi tubuh pasien agak oblique agar pasien merasa nyaman
• Atur MSP sejajar terhadap permukaan meja/bucky.
• IOML tegak lurus terhadap IR



Central Ray
Tegak lurus terhadap IR
Central Point
½ inchi inferior nasion

FFD
40 inci (100 cm)
Tahan nafas saat eksposi. Untuk memperoleh hasil yang tajam, khususnya untuk detail tulang nasal yang lebih baik, gunakan fokus kecil, detail screen, dan batasi lapangan penyinaran (focus daerah nasal)

Struktur Yang Ditampakkan
Tulang nasal dengan soft tissue nasal, frontonasal suture, dan anterior nasal spine




sumber : http://siavent.blogspot.com/2010/01/teknik-radiografi-skull-nasal-bone.html

0 komentar:

1
undefined undefined undefined

TEKNIK PENYIMPANAN FILM

Posted in
1.    Syarat  penyimpanan film secara umum
a.    Suhu ruangan ± 13°C
b.    Kelembaban maksimal 50 % dalam keadaan dingin dan kering
c.    Terlindung dari radiasi
d.    Jauh dari bahan kimia
e.    Tidak terjadi tekanan mekanis antara boks film
2.    Syarat penyimpana film digudang
a.    Udara dingin dan kering
b.    Sirkulasi udara cukup
c.    Film harus disimpan menurut expire date
d.    Temperature 20°C (menggunakan pendingin)
3.    Syarat penyimpanan film di kamar gelap
a.    Harus disimpan dimeja yang kering
b.    Box dibuka dalam keadaan gelap
c.    Disimpan tegak (Vertikal)
d.    Box selalu dalam keadaan tertutup
4.    Syarat menyimpan film dikamar pemeriksaan
a.    Film berada dalam kaset
b.    Jauh dari sumber radiasi
c.    Terpisah antara kaset yang sudah di ekspos dan belum di ekspos
Penyebab jika tidak memenuhi syarat :
*   FOG level akan meninggi atau membesar
*   Sensitivitasnya akan menurun
*   Kontras menurun
KAMAR GELAP ( Dark room) merupakan area prosessing di dalamnya terdapat safe light dan dekat dari kamar pemeriksaan.Kontruksi kamar gelap
1.        Ukuran kamar gelap untuk yang kecil 10M² atau 2mX5m dibuat memanjang,
2.        Tinggi dari lantai ke langit-langi  2,75m
3.        Lantai yang awet,tahan lama,dan tidak mudah keropos.lantainya mudah dibersihkan,tidak licin,dapat menyerap air dan tahan terhadap cairan kimia.
4.        Dindingnya di cat dengan warna cerah ,tidak mudah koros,dan di cat dengan bahan yang tidak mudah terkelupas.
5.        Temperature kamar gelap 20°C dan kelembaban 50 %
6.         a.    Dindingnya dilapisi Pb 2mm
 b.   Dindingnya dilapisi Barium Sulfat dengan perbandingan 2 : 1 dan    diplester dengan ketebalan 2mm.2 untuk Barium dan 1 untuk semenya.
 c.  Jika dindinya hanya menggunakan batu maka ketebalan batu batanya   225mm
 d.  Dindingya dari beton dengan ketebalan 150mm atau 15cm
 e.  Bisa menggunakan papan dengan dilapisi Pb 2mm
 f.   Dindingya bias menggunakan batu bata 1/2 dengan di plester barium 2.5cm
FASILITAS KAMAR GELAP
1.        Penerangan
Umum               : putih
Khusus              : safe light (merah)
Tujuannya         :  1. Agar dapat melihat bagus tidaknya kaset atau IS
                                    2. Bisa dilihat agar dapat dibersihkan
2.        Meja kerja :        1.Meja kering gunanya untuk tempat rak kaset dan film   hopper.
                         2.Meja basa gunanya sebagai tempat tangki processing.
3.    Tempat film
4.    Label printer
5.    Cassette Hatch
6.    Hanger dan pengering

SENSITOMETRY
            Sensitometry adalah cara yang digunakan untuk melihat respon film terhadap sejumlah cahaya yang diberikan pada film,pada kondisi dan pengolahan tertentu. satuan dari
·           Cahaya                             : erg/cm
·           Sinar-x                              : R/ cm²
Kegunaan dari sensitometry menurut Hodgson tahun 1917
1)        Untuk mencari sensitivitas
2)        Kontras
3)        Sensitivitas dan kontras dengan panjang gelombang
4)        Karakteristik pembangkitan
5)        Karakteristik fluorescent screen
Bahan dari film rontgen :
·           Sensitometer
·           Densitometer
·           Processing
Densitometer ( alat untuk mengukur densitas )
Densitometry ( cara untuk mengukur densitas )
Jenis-jenis sensitometry menurut D.P.Robert (1988)
1)   Time scale sensitometry
Merupakan cara yang paling simpel karena yang diubah waktu ekspos dan sekenya yang lain tetap.variasi sekenya 8 kali,makin banyak makin bagus hasil yang didapatkan.kendala yang ditemuka yaitu perubahan waktu eksposi di pesawatnya tidak beraturan.
2)   Intensity scale sensitometry
Yang divariasi hanya mA dan yang lainnya tetap
3)   Step wedge atau Penetrometer
            Terbuat dari Aluminium yang dibikin secara bertingkat dan memiliki jumlah step 11 dan 21.densitasnya berbeda dari satu step ke step lainnya.


4)   Sensitometry elektrik
Metode yang palin gampang kerena prosesnya cuma 1kali dan film yang digunakan sedikit.kekuranganya yaitu gambar yang dihasilkan biasanya tidak maksimal.
Jenis-jenis sensitometry menurut J.Ball
·      Time scale sensitometry
·      Intensity scale sensitometry
·      X-ray eksposure
·      Ligh exposure
Seri eksposi sensitometry ada 2 metode
1)   Time scale sensitometry
  Pada metode ini tegangan tabung (kV),arus tabung (mA) tetap yang diubah waktunya (S).
*   Tegangan tabung (kV),arus tabung ( mA),dan jarak (FFD) tetap
*   Waktu eksposi selalu divariasi.
*   Dilakukan 11 kali eksposi yang diperlukan untuk membuat plot titik pada kurva karakteristik sehingga di dapatkan grafik yang baik
KEUNTUNGAN :
*        Diketahui waktunya
*        Memungkinkan film dengan densitas yang rendah pada saat masuk pada prosessor terjadi “Reducing Bromide Drag “sehingga mengurangi terjadinya streak artefak pada film
KERUGIAN :
*        Eksposi dilakukan secara kontinyu dimulai dengan 0.1s dan dilanjutkan dengan 0.2,0.4,0.8,1.6,3.2,6.4,12.8,25.6,51.2,102.4 diperlukan timer khusu pada meja sinar-x
*        Kesalahan perulangan “reciptocity failure” sebesar 0,01 s
*        Pengujian ini yang terpenting adalah waktu yang diperlukan untuk pembentukan kurva
2)   Intensity scale sensitometry
·      Dengan menggunakan step wedge/penetrometer
·      Dengan sensitometer
Pada intensity scale sensitometer ada tiga cara yaitu :
1.    Dengan x-ray dengan variasi intensitas sebagai berikut.
Ø Tegangan tabung (kV) dan jarak (FFD) konstan
Ø Variasi nilai arus tabung  ( waktu (s) tetap, variasi arus tabung / mA).
Ø Biasanya dibentuk oleh variasi tinggi tabung (tube) dalam kaitan antara film dengan hukum kuadarat jarak terbalik (inverse square law)
Ø Membutuhkan  ketelitian/akurasi pada pengontrol sinar-X (X-ray set), perhitungan dan pengukuran.
2.    Dengan menggunakan step wedge
Ø Disiapkan stepwedge/penetrometer
Ø Dieksposi dengan cara menempatkan stepwedge dan  tercover keseluruhan bagian dari stepwedge
Ø Faktor eksposi yang meliputi tegangan tabung (kV), arus tabung dan waktu (mAs)  disesuaikan dengan kombinasi film-screen yang digunakan.
Ø Hasil pengukuran densitas dengan menggunakan densitometer dicatat dan plotting kurva
Keuntungan
Ø Penetrometer dapat membuat sejumlah step, sehingga kurva karakteristik yang didapat bisa lebih akurat
Ø Penetrometer dapat digunakan kembali
Ø  Ini dapat digunakan pada kombinasi screen film yang berbeda
Ø  Waktunya diketahui
Ø   Memungkinkan memproses film dengan  densitas rendah masuk pertama kali pada processor.
Kerugian
Kurva karakteristik film yang dihasilkan hanya untuk tegangan tabung (kV) tertentu.



RADIOGRAFI
Bagian kiri dari garis kaki amabang pintu dank abut basis dasar.
Kabut basis dasar  :  Kepadatan dasar yang direkam, dimana warna biru (sebagai contoh), kepadatan lebih yang direkam kabut yang bersifat kimia yang mungkin mempunyai emulsi penuh selama penyimpanan, pengolahan dan lain – lain.
Tiga pokok penyebab kesalahan fog
a.    Kesalahan itu dapat terjadi di tempat penyimpanan
b.    Kesalahan dari pabrik kamar gelap
c.    Kesalahan selama prosessing
Basis fog < = 0,11 (densitas base) + 0,11(fog)
v Kesalahan penyimpanan
a.       Terlalu lama dipenyimpanan
b.      Temperatur yang tinggi
c.       Kelembapan yang tinggi
d.      Film disimpan secara horizontal
e.       Tingginya radiasi disekitar
f.        Radiasi terpencar
v Kesalahan di kamar gelap
a.       Safelight yang tidak cocok
b.      Penggunaannya memerlukan waktu yang lama
c.       Terlalu banyak safelight
d.      Safelight yang tertutup
e.       Safelight yang terlalu terang
f.        Safelight yang retak/rusak
g.       Cahaya yang masuk
v Kesalahan prosessing
a.       Kelebihan cairan replenishment
b.      Temperature developer tinggi
c.       Waktu yang lama di prossesing
d.      Kontaminasi
e.       Temperatur di fixer terlalu dingin
f.        Waktu yang pendek di fixer
g.       Fixer kekurangan cairan replenisment
Posisi garis lurus /sebenarnya
Informasi dari proses garis lurus
*   Gamma, kontras,peningkatan rata – rata, jangkauan ketebalan yang bermanfaat , film latitude/garis lintang film, jangkauan terbuka yang bermanfaat,kecepatan.
 

1 komentar:

0
undefined undefined undefined

Ditemukan Radioterapi Kanker tanpa Efek Samping

Posted in
Ditemukan Radioterapi Kanker tanpa Efek Samping
Periset University of Missouri, M. Frederick Hawthorne dan timnya mengembangkan terapi kanker tanpa efek samping. Natureworldnews.com

Grafis Terkait

Topik

  • #Ilmu Pengetahuan dan Teknologi | Iptek
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Missouri - Selama ini pasien kanker mengalami efek samping saat harus melakukan radioterapi. Efek samping tersebut di antaranya rontoknya rambut atau rasa sakit lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, ilmuwan kini mengembangkan terapi radiasi baru yang tidak menimbulkan efek-efek samping.

Studi yang dilakukan ilmuwan dari University of Missouri itu telah sukses melakukan uji coba membunuh sel-sel kanker pada tikus tanpa efek samping. Berikutnya, radioterapi itu akan diuji coba pada manusia.

Efek samping radioterapi terjadi karena terapi itu juga merusak sejumlah sel-sel sehat sebagaimana dia juga merusak sel-sel kanker. Efek samping yang umum terjadi di antaranya kerontokan rambut, diare, mual, dan sakit kulit.

Sebagai contoh, folikel rambut akan rusak selama radioterapi. Sebab, sebagaimana sel-sel kanker, folikel rambut dibuat dari sel-sel yang tumbuh dengan cepat. Nah, sel-sel kanker diketahui memang tumbuh lebih cepat dibanding sel-sel normal. Sebab, dalam prosesnya dia menyerap lebih banyak material dibanding sel-sel normal dan haus akan oksigen.

Dalam studinya, tim peneliti yang dipimpin Profesor M. Frederick Hawthorne ini memanfaatkan sel-sel penyerap itu dengan memaksa mereka menerima zat kimia boron yang direkayasa secara khusus.

Pada tanaman, jumlah boron yang sedikit berperan untuk menguatkan dinding dan zat ini kerap ditemukan di tanah. Tim peneliti mendapatkan sel-sel kanker dan menyimpannya dalam zat kimia boron yang didesain Hawthorne.

Ketika boron yang dimasukan ke sel-sel kanker itu terkena paparan neutron, yang terjadi adalah atom boron memecah dan secara selektif memisah antara sel-sel kanker dengan sel-sel normal. Cara ini menghindari terjadinya efek samping.

Sejak tahun 1930-an, ilmuwan telah berusaha dengan pengobatan kanker yang dikenal sebagai boron neutron capture therapy (BNCT). "Tim kami akhirnya menemukan cara membuat BNCT bekerja dengan mengambil manfaat biologi sel kanker dengan nanokimia," kata Hawthorne seperti diberitakan Daily Mail, Kamis, 4 April 2013. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Proceedings of the National Academy of Science.

"Banyak variasi kanker yang bisa diserang dengan teknik BNCT. Teknik ini bekerja dengan cemerlang pada tikus. Kami siap melanjutkan uji coba pada hewan yang lebih besar, kemudian manusia," kata dia.

Profesor Hawthorne adalah ilmuwan yang dihormati dibidangnya. Baru-baru ini dia diganjar dengan penghargaan prestisius oleh Presiden Obama berupa National Medal of Science Award. Ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pada ilmuwan.


sumber :  http://www.tempo.co/read/news/2013/04/05/061471368/Ditemukan-Radioterapi-Kanker-tanpa-Efek-Samping

0 komentar: