undefined
undefined
undefined
Kualitas Citra Radiografi (Foto Rontgen)
Telah diketahui bahwa terbentuknya citra radiografi adalah disebabkan
oleh sinar-x yang setelah melalui objek tiba pada film dan merubah
susunan kristal perak halide menjadi butir perak berwarna hitam. Aksi
sinar-x (kombinasi sinar-x dengan layar pendar) dan cahaya sangat
dilipatgandakan oleh cairan pembangkit, tahap processing selanjutnya
membuat citra menjadi permanen dan dapat diamati di depan viewer.
Sebagai tenaga paramedis, seorang radiographer hendaknya dapat menyajikan gambar radiografi (foto rontgen) yang berkualitas, terutama saat pelayanan di rumah sakit - rumah sakit, atau laboratorium klinik swasta yang sudah banyak tersebar di masyarakat.Gambaran radiografi merupakan hal penting dalam menunjang praktek radiografer sehari-hari. Setiap radiografer pasti menginginkan gambar radiografi atau foto rontgen dengan kualitas yang semaksimal mungkin dalam rangka menegakkan diagnosis.
1. Faktor apa saja yang menyebabkan perubahan bentuk yang terjadi pada gambaran radiografi.
2. Bagaimana kriteri gambaran radiografi yang baik, sehingga tidak terjadi perubahan bentuk pada gambar radiografi.
1. Untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan bentuk yang terjadi pada gambar radiografi
2. Mahasiswa dapat mengamalkan cara-cara untuk mendapatkan hasil gambaran radiograf yang baik pada saat nantinya mahasiswa terjun di dunia kerja.
3. Mengetahui prinsip-prinsip dasar di dalam menghasilkan gambaran radiografi yang baik di dalam tujuannya untuk menegakan diagnosa.
4. Memberikan pengetahuan tentang faktor penyebab perubahan bentuk gambar radiografi.
5. Mahasiswa dapat mengevaluasi gambaran radiografi yang dihasilkan dalam pemeriksaan radiografi, khususnya sinar-X dan mengetahui cara mengatasi masalah-masalah yang terjadi.
Dalam mengetahui faktor gambaran radiografi,maka kita harus mengetahui Intensitas keseluruhan dari satu gambaran yang dipengaruhi oleh tiga faktor, mA, jarak dan kV. Bila mA atau jarak digunakan sebagai faktor pengontrol intensitas maka perubahan kontras subyek (bahan) tidak terjadi. Tetapi bila kV digunakan sebagai faktor pengontrol intensitas maka terjadinya perubahan kontras subyek selalu muncul dalam hubungannya dengan perubahan intensitas.Hubungan diantara intensitas sinar-x pada daerah yang berbeda gambarannya didefinisikan sebagai kontras subjek.Kontras subjek tergantung pada sifat subjek, kualitas radiasi yang digunakan, intensitas dan penyebaran radiasi hambur, tetapi tidak tergantung terhadap waktu, mA, jarak dan jenis film yang digunakan.
Tujuan
membuat citra adalah agar citra dapat dilihat dengan jelas, untuk itu
citra harus memiliki bentuk yang tegas diiringi oleh adanya kontras
radiografi yang cukup. Kontras radiografi adalah perbedaan terang
diantara berbagai bagian citra, bagaimana sesuai dengan perbedaan daya
serap bagian tubuh terhadap sinar-x. Struktur dari objek tidak akan
terlihat, bila nilai kontras disekitarnya tidak cukup. Ada tiga hal dari citra radiografi yang perlu dibedakan, yaitu :
1. Bentuk jelas / tegas
2. Detail / definition, menunjukan bagian kecil dari objek dapat dilihat (ketajaman)
3. Kontras radiografi, menunjukan perbedaan terang (hitam/putih)
4. Distorsi, perubahan bentuk dan ukuran pada citra radiografi
Ketajaman Citra Radiografi
Citra-radiografi
merupakan bentuk bayangan; citra yang diperoleh sebagai akibat dari
sinar x melalui tubuh, mirip dengan bayangan pada tembok bila melewatkan
sinar matahari pada tubuh. Bayangan yang membentuk citra radiografi
haruslah dengan bentuk yang jelas dan tajam, dimana tingkat
pengaburannya berkurang. Pada praktek bentuk bayangan sering diikuti
oleh pengaburan, dimana tingkat pengaburan itu disebabkan oleh beberapa
hal, seperti :
- Faktor Geometrik; yang berhubungan dengan pembentukan citra (misal : ukuran, jarak)
- Faktor Goyang; yang berhubungan dengan penderita (pasien) dan alat
- Faktor Fotografi atau intrinsik; yang berhubungan dengan bahan perekam citra.
o Layar Pendar = terdiri dari kristal fosfor yang bila terkena sinar-x akan memendarkan cahaya, ini menimbulkan ketidaktajaman bentuk
o Efek Parallax = pengamatan dari jarak tertentu dengan sudut yang berbeda
o Emulsi film = ”iradiation”, yakni menyebar/melebarnya cahaya yang tiba pada film, menyebabkan ketidaktajaman bentuk citra
Ketajaman
Radiografi dimaksudkan untuk membedakan detail dari struktur yang dapat
terlihat pada citra radiografi. Karena itu, semu faktor mengatur
kontras (perbedaan densitas) juga mempengaruhi ketajaman. Faktor ini
bersifat obyektif karena dapat diukur. Ketajaman dapatr juga
dipengaruhi oleh faktor yang tidak obyektif yang disebut faktor
subyektif, sangat bervariasi tidak dapat diukur, termasuk hal yang
berada di luar. Citra seperti kondisi dari “viewer” boleh dikatakan
bahwa ketajaman yang dimaksud adalah kualitas visual yang lebih bersifat
subyektif.
Faktor yang Mempengaruhi Ketajaman
a) Faktor Citra Radiografi, meliputi :
- Ketajaman dan kontras obyektif
- Tingakat eksposi
Bila
citra radiografi berbatas/berbentuk jelas, benda densitas masih dapat
diamati, walau tingkat densitasnya sedikit (ketajaman baik walau dengan
kontras yang sangat rendah). Jika citra radiografi dengan perbedaan
densitas tinggi, struktur masih dapat terlihat jelas walau dengan batas
yang tidak begitu tegas (ketajaman masih dapat dilihat, walaupun detail
struktur tidak optimal).
Pada
praktek radiografi, hal itu dapat kita temukan pada x-foto abdomen
untuk melihat struktur dari janin, terlihat adanya perbedaan densitas
yang kecil, namun bentuk janin terlihat jelas. Juga pada x-foto abdomen
anak kecil tertelan uang logam terlihat adanya perbedaan densitas yang
tinggi, ketajaman uang logam masih terlihat walau bentuknya tidak tegas
(uang logam bergerak). Dengan demikian, batas yang tegas dari citra
radiografi tidak hanya tergantung oleh ketajaman/kontras tetapi dari
keduanya. Tingkat eksposi signifikan merubah
kontras yang terlihat pada citra radiografi. Bila terjadi overexposure
maka densitas pada seluruh bidang film juga meningkat, tetapi “kontras
obyektif” (overexposure tidak berlebihan) tidak berubah, karena
perbedaan melewatkan cahaya dari seluruh bidang x-foto tetap ada dan
dapat diukur. Karena densitas yang demikian besar, mata sudah tidak
dapat lagi melihat, karena tidak ada lagi cahaya dari viewer yang dapat
melaluinya. Oleh karena itu pemirsa mengatakan bahwa kontras visual
berkurang karena overexposure, jadi kontras visual ini bersifat
subyektif tidak dapat diukur. Pada underex posure dimana densitasnya
sangat minim menyebabkan kontras obyektif dan subyektif menjadi kurang.
b) Faktor Viewer/Illuiminator (alat baca x-foto)
Hubungannya terhadap detail (devinition) adalah dengan contras subyektif faktor viewer dapat dilihat dari segi:
- Yang berhubungan dengan kualitas penerangan
- Yang berhubungan dengan penglihatan pemirsa
- Penerangan
Penerangan
lampu viewer dapat dengan berbagai warna, intensitas, dan homogenitas;
diluminator yang moderen denfgan dilengkapi dengan beberapa lampu TL
yang memancarkan cahaya biru cerah dan homogen, dapat meningkatkan nilai
kontras “kontras-fisual”. X-foto yang overexposure dengan menaikan
intensitas penerangan illuminator akan meningkatkan kontras subyektif,
sedangkan yang underexposure intensitas cahaya diturunkan hingga
kontras visual dapat tercapai. Pada umumnya viewer dilengkapi dengan
alat pengatur terangnya cahaya, sesuai dengan keadaan citra radiografi
yang sedang ditayangkan. Ruang baca x-foto sebaiknya ruangan redup (watt
rendah) sehingga cahaya yang keluar dari viewer dapat diamati dengan
baik.
- Penglihatan Pengamat
Kontras
citra radiografi oleh mata kelihatnaya dipengartuhi oleh tingkat
penerangan yang diadaptasi, dan oleh silaunya cahaya viewer. Mata yang
beradaptasi dengan cahaya terang tidak dapat mengamati perbedaan
densitas pada tingkat gelap, dan detail. Juga bila viewer dengan x-foto
densitas sedikit, melewatkan cahaya yang menyilaukan, menyebabkan
kegagalan untuk melihat detail struktur. Untuk mencegah cahaya yang
menyilaukan, viewer dilengkapi dengan semacam diagfragma yang dapat
membatasi luas penerangan. Spot light yang berada di luar viewer gunanya
untuk mengamati bagian tertentu dari film yang densitasnya gelap.
Kontras Radiografi
Kontras radiografi memiliki unsur yang berbeda :
- Kontras Objektif, perbedaan kehitaman ada seluruh bagian citra yang dapat dilihat & dinyatakan dengan angka. Adapun penyebabnya :
- Faktor radiasi
- Kualitas sinar primer
- Sinar hambur / scatter
- Faktor film
- Faktor processing
- Jenis & susunan bahan pembangkit
- Waktu & suhu pembangkitkan
- Lemahnya cairan pembangkit
- Agitasi film
- Reducer
- Kontras Subjektif, yaitu perbedaan terang di antara bagian film, jadi tidak dapat diukur, tergantung dari pemirsa/pengamat
Distorsi Citra Radiografi
Merupakan perbandingan yang salah dari struktur yang direkam, bentuk serta hubungan dengan struktur lainnya kurang betul. Hasil
yang benar diperoleh bila garis tentgah struktur yang akan di x-foto
berada sejajar dengan film yang tegak lurus dengan pusat sinar-x.
Hal ini sering terlihat pada x-ray foto gigi, bila hal ini terjadi, maka
x-ray foto gigi akan terlihat bertumpuk satu sama lain, dapat lebih
panjang atau lebih pendek
Hal-hal yang mempengaruhi gambaran radiografi
1 Latar Belakang
Sebagai tenaga paramedis, seorang radiographer hendaknya dapat menyajikan gambar radiografi (foto rontgen) yang berkualitas, terutama saat pelayanan di rumah sakit - rumah sakit, atau laboratorium klinik swasta yang sudah banyak tersebar di masyarakat.Gambaran radiografi merupakan hal penting dalam menunjang praktek radiografer sehari-hari. Setiap radiografer pasti menginginkan gambar radiografi atau foto rontgen dengan kualitas yang semaksimal mungkin dalam rangka menegakkan diagnosis.
Radiographer
harus dapat memberikan gambar radiografi (foto rontgen) yang
berkualitas, baik detail mutu maupun karakteristik gambar radiografi
(meliputi detail daripada citra radiografi tersebut). Apabila citra
radiografi yang dihasilkan terlalu rendah, dapat menyebabkan tingkat
diagnostik yang rendah pula, dan apabila kualitas diagnosa yang
dihasilkan rendah, pasti akan menimbulkan kesulitan dalam menentukan
tahap perawatan berikutnya terkait kasus yang dialami pasien.Secara
umum, salah satu faktor penentu tingginya kualitas gambar radiografi
yang dihasilkan adalah keahlian dan pengalaman seorang radiografer dalam
melakukan pemeriksaan radiografi serta kualitas dari equipment atau
perlengkapan pemeriksaan radiografi. Sebagai SDM paramedik yang
berkualitas, seorang radiografer sebaiknya memperhatikan faktor penyebab
perubahan bentuk yang terjadi pada citra radiografi.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
Berdasarkan uraian di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Faktor apa saja yang menyebabkan perubahan bentuk yang terjadi pada gambaran radiografi.
2. Bagaimana kriteri gambaran radiografi yang baik, sehingga tidak terjadi perubahan bentuk pada gambar radiografi.
1.3. Tujuan
1. Untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan bentuk yang terjadi pada gambar radiografi
2. Mahasiswa dapat mengamalkan cara-cara untuk mendapatkan hasil gambaran radiograf yang baik pada saat nantinya mahasiswa terjun di dunia kerja.
3. Mengetahui prinsip-prinsip dasar di dalam menghasilkan gambaran radiografi yang baik di dalam tujuannya untuk menegakan diagnosa.
4. Memberikan pengetahuan tentang faktor penyebab perubahan bentuk gambar radiografi.
5. Mahasiswa dapat mengevaluasi gambaran radiografi yang dihasilkan dalam pemeriksaan radiografi, khususnya sinar-X dan mengetahui cara mengatasi masalah-masalah yang terjadi.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
Memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang sering kali mengakibatkan perubahan benuk pada citra radiografi.Sehingga mahasiswa dapat mengetahui gambaran mengenai citra radiografi yang baik dan benar dalam pemeriksaan radiografi.
Manfaat penelitian ini adalah :
Memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang sering kali mengakibatkan perubahan benuk pada citra radiografi.Sehingga mahasiswa dapat mengetahui gambaran mengenai citra radiografi yang baik dan benar dalam pemeriksaan radiografi.
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI GAMBARAN RADIOGRAFI
A. Gambaran Radiografi
Telah diketahui bahwa terbentuknya gambaran radiografi adalah disebabkan oleh sinar-x yang setelah melalui objek tiba pada film dan merubah susunan kristal perak halide menjadi butir perak berwarna hitam. Aksi sinar-x (kombinasi sinar-x dengan layar pendar) dan cahaya sangat dilipatgandakan oleh cairan pembangkit, tahap processing selanjutnya membuat gambaran menjadi permanen dan dapat diamati di depan viewer
Telah diketahui bahwa terbentuknya gambaran radiografi adalah disebabkan oleh sinar-x yang setelah melalui objek tiba pada film dan merubah susunan kristal perak halide menjadi butir perak berwarna hitam. Aksi sinar-x (kombinasi sinar-x dengan layar pendar) dan cahaya sangat dilipatgandakan oleh cairan pembangkit, tahap processing selanjutnya membuat gambaran menjadi permanen dan dapat diamati di depan viewer
Agar
gambaran radiografi dapat dilihat dengan jelas,maka gambaran harus
memiliki bentuk yang tegas diiringi oleh adanya kontras radiografi yang
cukup. Kontras radiografi adalah perbedaan terang diantara berbagai
bagian citra, bagaimana sesuai dengan perbedaan daya serap bagian tubuh
terhadap sinar-x. Struktur dari objek tidak akan terlihat, bila nilai
kontras disekitarnya tidak cukup.
Ada tiga hal dari citra radiografi yang perlu dibedakan, yaitu :
Bentuk jelas / tegasü
Detail / definition, menunjukan bagian kecil dari objek dapat dilihatü (ketajaman),Obyek di dalam tubuh terdiri dari berbagai macam ukuran. Semakin kecil ukuran obyek maka semakin detil gambar anatomi yang harus didapatkan.Sebagai contoh, bila ukuran obyek besar maka detil yang dihasilkan dapat diamati (tidak mengalami kekaburan), begitu pula bila ukuran obyek diperkecil, maka detil yang dihasilkan juga dapat diamati (tidak mengalami kekaburan). Jadi ketika tidak terjadi kekaburan maka baik obyek yang besar maupun yang kecil dapat kita amati. Sekarang bagaimana kalau obyek tersebut kita kaburkan?Kekaburan mempunyai batas untuk mampu dilihat pada bayangan yang kecil. Sehingga kekaburan itu mengakibatkan keterbatasan penglihatan detil gambar.
Ada tiga pengaruh dari kekaburan, yaitu:
Kekaburan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memperlihatkan detil§ anatomi obyek. Padahal hal tersebut sangat penting dalam penggambaran citra medik.
Kekaburan menurunkan nilai ketajaman (sharpness) struktur dan obyek§ citra medik. Sehingga ketidaktajaman (unsharpness) sering digunakan sebagai pengganti istilah kekaburan (blurring).
Kekaburan menurunkan karakteristik citra medik yang disebut resolusi bagian (spatial resolution). Resolusi adalah pengaruh dari kekaburan yang dapat diukur dengan mudah dan digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan karakteristik kekaburan dari system dan komponen citra medik. Resolusi digambarkan sebagai banyaknya jumlah pasang garis (LP) yang tampak dalam setiap satuan mm. Menaikkan nilai LP/mm biasanya berhubungan dengan menaikkan detil citra medik. Oleh sebab itu resolusi bagian yang tinggi (baik) menandakan kenampakan (visibility) detil anatomi yang akurat. Kontras radiografi, menunjukan perbedaan terang (hitam/putih)Kontrasü radiografi memiliki 2 unsur yang berbeda yaitu, kontras Objektif, perbedaan kehitaman ada seluruh bagian citra yang dapat dilihat & dinyatakan dengan angka.Dan kontras Subjektif, yaitu perbedaan terang di antara bagian film, jadi tidak dapat diukur, tergantung dari pengamat Distorsi, merupakan perbandingan yang salah dari struktur yangü direkam, bentuk serta hubungan dengan struktur lainnya kurang betul.Hasil yang benar diperoleh bila garis tentgah struktur yang akan di x-foto berada sejajar dengan film yang tegak lurus dengan pusat sinar-x.Hal ini sering terlihat pada x-ray foto gigi, bila hal ini terjadi, maka x-ray foto gigi akan terlihat bertumpuk satu sama lain, dapat lebih panjang atau lebih pendek.
Ada tiga hal dari citra radiografi yang perlu dibedakan, yaitu :
Bentuk jelas / tegasü
Detail / definition, menunjukan bagian kecil dari objek dapat dilihatü (ketajaman),Obyek di dalam tubuh terdiri dari berbagai macam ukuran. Semakin kecil ukuran obyek maka semakin detil gambar anatomi yang harus didapatkan.Sebagai contoh, bila ukuran obyek besar maka detil yang dihasilkan dapat diamati (tidak mengalami kekaburan), begitu pula bila ukuran obyek diperkecil, maka detil yang dihasilkan juga dapat diamati (tidak mengalami kekaburan). Jadi ketika tidak terjadi kekaburan maka baik obyek yang besar maupun yang kecil dapat kita amati. Sekarang bagaimana kalau obyek tersebut kita kaburkan?Kekaburan mempunyai batas untuk mampu dilihat pada bayangan yang kecil. Sehingga kekaburan itu mengakibatkan keterbatasan penglihatan detil gambar.
Ada tiga pengaruh dari kekaburan, yaitu:
Kekaburan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memperlihatkan detil§ anatomi obyek. Padahal hal tersebut sangat penting dalam penggambaran citra medik.
Kekaburan menurunkan nilai ketajaman (sharpness) struktur dan obyek§ citra medik. Sehingga ketidaktajaman (unsharpness) sering digunakan sebagai pengganti istilah kekaburan (blurring).
Kekaburan menurunkan karakteristik citra medik yang disebut resolusi bagian (spatial resolution). Resolusi adalah pengaruh dari kekaburan yang dapat diukur dengan mudah dan digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan karakteristik kekaburan dari system dan komponen citra medik. Resolusi digambarkan sebagai banyaknya jumlah pasang garis (LP) yang tampak dalam setiap satuan mm. Menaikkan nilai LP/mm biasanya berhubungan dengan menaikkan detil citra medik. Oleh sebab itu resolusi bagian yang tinggi (baik) menandakan kenampakan (visibility) detil anatomi yang akurat. Kontras radiografi, menunjukan perbedaan terang (hitam/putih)Kontrasü radiografi memiliki 2 unsur yang berbeda yaitu, kontras Objektif, perbedaan kehitaman ada seluruh bagian citra yang dapat dilihat & dinyatakan dengan angka.Dan kontras Subjektif, yaitu perbedaan terang di antara bagian film, jadi tidak dapat diukur, tergantung dari pengamat Distorsi, merupakan perbandingan yang salah dari struktur yangü direkam, bentuk serta hubungan dengan struktur lainnya kurang betul.Hasil yang benar diperoleh bila garis tentgah struktur yang akan di x-foto berada sejajar dengan film yang tegak lurus dengan pusat sinar-x.Hal ini sering terlihat pada x-ray foto gigi, bila hal ini terjadi, maka x-ray foto gigi akan terlihat bertumpuk satu sama lain, dapat lebih panjang atau lebih pendek.
B. Pembentukan Gambar Radiografi
Telah
diketahui bahwa terbentuknya gambaran radiografi adalah disebabkan oleh
sinar-x yang setelah melalui objek tiba pada film dan merubah susunan
kristal perak halide menjadi butir perak berwarna hitam. Aksi sinar-x
(kombinasi sinar-x dengan layar pendar) dan cahaya sangat
dilipatgandakan oleh cairan pembangkit, tahap processing selanjutnya
membuat gambaran menjadi permanen dan dapat diamati di depan viewer.
Salah satu dari faktor penting sinar-x adalah bahwa sinar-x dapat menembus bahan. Tetapi hanya yang benar-benar sinar-x saja yang mampu menembus objek yang dikenainya dan sebagian yang lain akan diserap. Sinar-x yang menembus itulah yang mampu membentuk gambaran atau bayanga radiografi.
Besarnya penyerapan sinar-x oleh suatu bahan tergantung tiga faktor:
Salah satu dari faktor penting sinar-x adalah bahwa sinar-x dapat menembus bahan. Tetapi hanya yang benar-benar sinar-x saja yang mampu menembus objek yang dikenainya dan sebagian yang lain akan diserap. Sinar-x yang menembus itulah yang mampu membentuk gambaran atau bayanga radiografi.
Besarnya penyerapan sinar-x oleh suatu bahan tergantung tiga faktor:
1. Panjang gelombang sinar-X
2. Susunan objek yang terdapat pada alur berkas sinar-X.
3. Ketebalan dan kerapatan objek.
Setelah sinar-x yang keluar dari tabung mengenai dan menembus obyek yang
akan difoto. Bagian yang mudah ditembusi sinar x (seperti otot, lemak,
dan jaringan lunak) meneruskan banyak sinar x sehingga film menjadi
hitam. Sedangkan bagian yang sulit ditembus sinar x (seperti tulang)
dapat menahan seluruh atau sebagian besar sinar x akibatnya tidak ada
atau sedikit sinar x yang keluar sehingga pada film berwarna putih.
Bagian yang sulit ditembus sinar x mengalami ateonasi yaitu berkurangnya
energi yang menembus sinar x, yang tergantung pada nomor atom, jenis
obyek, dan ketebalan. Adapun bagian tubuh yang mudah ditembus sinar x
disebut Radio-lucen yang menyebabkan warna hitam pada film. Sedangkan
bagian yang sulit ditembus sinar x disebut Radio-opaque sehingga film
berwarna putih.
Hubungan antara penyerapan sinar-x dengan ketebalan adalah sederhana yaitu unsur yang mempunyai lempengan yang tebal dapat menyerap radiasi lebih banyak dibanding lempengan yang tipis pada satu unsur yang sama. Kerapatan/kepadatan suatu unsur yang sama akan juga mempunyai kesamaan efek, contoh 2,5 cm air akan menyerap sinar-x lebih banyak dibanding 2,5 cm es karena berat timbangan es akan berkurang 2,5 cm per kubik disbanding air.Mengingat pemeriksaan kesehatan yang menggunakan sinar-x, satu hal yang harus dipahami bahwa tubuh manusia mempunyai susunan yang kompleks yang tidak hanya mempunyai perbedaan pada tingkat kepadatan saja tetapi juga mempunyai perbedaan unsur pembentuk.
Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat penyerapan sinar-x. Yaitu, tulang lebih banyak menyerap sinar-x dibanding otot/daging; dan otot/daging lebih banyak menyerap dibanding udara (paru-paru). Lebih jauh lagi pada struktur organ yang sakit akan terjadi perbedaan penyerapan sinar-x dibanding dengan penyerapan oleh daging dan tulang yang normal. Umur pasien juga mempengaruhi penyerapan, contoh pada umur yang lebih tua tulang-tulang sudah kekurangan kalsium dan akan mengurangi penyerapan sinar-x dibanding tulang-tulang di usia yang lebih muda.
Hubungan antara penyerapan sinar-x dengan ketebalan adalah sederhana yaitu unsur yang mempunyai lempengan yang tebal dapat menyerap radiasi lebih banyak dibanding lempengan yang tipis pada satu unsur yang sama. Kerapatan/kepadatan suatu unsur yang sama akan juga mempunyai kesamaan efek, contoh 2,5 cm air akan menyerap sinar-x lebih banyak dibanding 2,5 cm es karena berat timbangan es akan berkurang 2,5 cm per kubik disbanding air.Mengingat pemeriksaan kesehatan yang menggunakan sinar-x, satu hal yang harus dipahami bahwa tubuh manusia mempunyai susunan yang kompleks yang tidak hanya mempunyai perbedaan pada tingkat kepadatan saja tetapi juga mempunyai perbedaan unsur pembentuk.
Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat penyerapan sinar-x. Yaitu, tulang lebih banyak menyerap sinar-x dibanding otot/daging; dan otot/daging lebih banyak menyerap dibanding udara (paru-paru). Lebih jauh lagi pada struktur organ yang sakit akan terjadi perbedaan penyerapan sinar-x dibanding dengan penyerapan oleh daging dan tulang yang normal. Umur pasien juga mempengaruhi penyerapan, contoh pada umur yang lebih tua tulang-tulang sudah kekurangan kalsium dan akan mengurangi penyerapan sinar-x dibanding tulang-tulang di usia yang lebih muda.
C. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Gambaran Radiografi
1. Pengaruh Milliampere (mA)
Peningkatan mA akan menambah intensitas sinar-x, dan penurunan mA akan mengurangi intensitas. Sehingga
semua intensitas sinar-x atau derajat terang/brightness akan bertambah
sesuai dengan peningkatan intensitas radiasi sinar-x di titik fokus.
Oleh sebab itu, derajat terang dapat diatur dengan mengubah mA. Perlu
juga dipahami bahwa intensitas sinar-x yang bervariasi akan terus
membawa hubungan yang sama antara satu dengan yang lainnya.
2. Pengaruh Jarak
2. Pengaruh Jarak
Dalam proses pemotretan sinar x, terdapat pengaturan jarak pemotretan yang meliputi : jarak
antara fokus-film (Focus Film Distance disingkat FFD), disebut juga SID
(Source to Image Reseptor Distance) jarak antara film-objek (Film
Object Distance disingkat FOD)ü
Jarak antara obyek-fokus (Object Focus Distance), disebu juga SSD (Source to Skin Distance)ü
Intensitas sinar-x dari suatu pola bisa diatur menjadi sama dengan cara merubah semua hal, bukan dalam hal-hal yang menyangkut kelistrikan, tapi dengan menggerakkan tabung mendekati atau menjauhi objek. Dengan kata lain, jarak tabung ke objek mempengaruhi intensitas gambaran.Hal ini dapat dibuktikan dengan demontrasi yang sederhana. Tanpa penerangan lain dalam ruangan, pindahkan lampu yang menyala mendekati kertas bercetak. Anda akan melihat bahwa semakin dekat cahaya ke buku, makin terang halaman itu terkena cahaya. Hal yang sama juga berlaku pada sinar-x, pada saat jarak objek ke sumber radiasi dikurangi, intensitas sinar-x pada objek meningkat; pada saat jaraknya ditambah intensitas radiasi pada objek berkurang. Semua ini merupakan kesimpulan dari faktor bahwa sinar-x dan cahaya merambat dalam pancaran garis lurus yang melebar.
Perubahan jarak hampir sama dengan perubahan mA dalam hal efeknya terhadap semua intensitas gambaran. Terhadap banyaknya perubahan intensitas gambaran keseluruhan bila mA atau jarak diubah adalah merupakan suatu kaidah hitungan aritmetika sederhana.
Intensitas sinar-x dari suatu pola bisa diatur menjadi sama dengan cara merubah semua hal, bukan dalam hal-hal yang menyangkut kelistrikan, tapi dengan menggerakkan tabung mendekati atau menjauhi objek. Dengan kata lain, jarak tabung ke objek mempengaruhi intensitas gambaran.Hal ini dapat dibuktikan dengan demontrasi yang sederhana. Tanpa penerangan lain dalam ruangan, pindahkan lampu yang menyala mendekati kertas bercetak. Anda akan melihat bahwa semakin dekat cahaya ke buku, makin terang halaman itu terkena cahaya. Hal yang sama juga berlaku pada sinar-x, pada saat jarak objek ke sumber radiasi dikurangi, intensitas sinar-x pada objek meningkat; pada saat jaraknya ditambah intensitas radiasi pada objek berkurang. Semua ini merupakan kesimpulan dari faktor bahwa sinar-x dan cahaya merambat dalam pancaran garis lurus yang melebar.
Perubahan jarak hampir sama dengan perubahan mA dalam hal efeknya terhadap semua intensitas gambaran. Terhadap banyaknya perubahan intensitas gambaran keseluruhan bila mA atau jarak diubah adalah merupakan suatu kaidah hitungan aritmetika sederhana.
3. Pengaruh Kilovolt (kV)
Perubahan kV menyebabkan beberapa pengaruh. Pertama, perubahan kV menghasilkan perubahan pada daya tembus sinar-x dan juga total intensitas berkas sinar-x akan berubah. Hal ini terjadi dengan tanpa perubahan pada arus tabung. Variasi kv pada teknik permeriksaan adalah salah satu yang biasa digunakan untuk proyeksi tertentu tergantung pada ukuran ketebalan badan.Sistem teknik yang menggunakan variasi kV memiliki keuntungan yang menjanjikan dalam variasi ekspose pada ketebalan badan yang berbeda-beda. Kenaikan kilovoltage yang terus meningkat dapat mengurangi kontras pada radiografi.
Faktor Citra Radiografi, meliputi :
- Ketajaman dan kontras obyektif
- Tingkat eksposi
Bila citra radiografi berbatas/berbentuk jelas, benda densitas masih dapat diamati, walau tingkat densitasnya sedikit (ketajaman baik walau dengan kontras yang sangat rendah). Jika citra radiografi dengan perbedaan densitas tinggi, struktur masih dapat terlihat jelas walau dengan batas yang tidak begitu tegas (ketajaman masih dapat dilihat, walaupun detail struktur tidak optimal).
Pada praktek radiografi, hal itu dapat kita temukan pada x-foto abdomen untuk melihat struktur dari janin, terlihat adanya perbedaan densitas yang kecil, namun bentuk janin terlihat jelas. Juga pada x-foto abdomen anak kecil tertelan uang logam terlihat adanya perbedaan densitas yang tinggi, ketajaman uang logam masih terlihat walau bentuknya tidak tegas (uang logam bergerak). Dengan demikian, batas yang tegas dari citra radiografi tidak hanya tergantung oleh ketajaman/kontras tetapi dari keduanya. Tingkat eksposi signifikan merubah kontras yang terlihat pada citra radiografi. Bila terjadi overexposure maka densitas pada seluruh bidang film juga meningkat, tetapi “kontras obyektif” (overexposure tidak berlebihan) tidak berubah, karena perbedaan melewatkan cahaya dari seluruh bidang x-foto tetap ada dan dapat diukur. Karena densitas yang demikian besar, mata sudah tidak dapat lagi melihat, karena tidak ada lagi cahaya dari viewer yang dapat melaluinya. Oleh karena itu pemirsa mengatakan bahwa kontras visual berkurang karena overexposure, jadi kontras visual ini bersifat subyektif tidak dapat diukur. Pada underex posure dimana densitasnya sangat minim menyebabkan kontras obyektif dan subyektif menjadi kurang.
Perubahan kV menyebabkan beberapa pengaruh. Pertama, perubahan kV menghasilkan perubahan pada daya tembus sinar-x dan juga total intensitas berkas sinar-x akan berubah. Hal ini terjadi dengan tanpa perubahan pada arus tabung. Variasi kv pada teknik permeriksaan adalah salah satu yang biasa digunakan untuk proyeksi tertentu tergantung pada ukuran ketebalan badan.Sistem teknik yang menggunakan variasi kV memiliki keuntungan yang menjanjikan dalam variasi ekspose pada ketebalan badan yang berbeda-beda. Kenaikan kilovoltage yang terus meningkat dapat mengurangi kontras pada radiografi.
Faktor Citra Radiografi, meliputi :
- Ketajaman dan kontras obyektif
- Tingkat eksposi
Bila citra radiografi berbatas/berbentuk jelas, benda densitas masih dapat diamati, walau tingkat densitasnya sedikit (ketajaman baik walau dengan kontras yang sangat rendah). Jika citra radiografi dengan perbedaan densitas tinggi, struktur masih dapat terlihat jelas walau dengan batas yang tidak begitu tegas (ketajaman masih dapat dilihat, walaupun detail struktur tidak optimal).
Pada praktek radiografi, hal itu dapat kita temukan pada x-foto abdomen untuk melihat struktur dari janin, terlihat adanya perbedaan densitas yang kecil, namun bentuk janin terlihat jelas. Juga pada x-foto abdomen anak kecil tertelan uang logam terlihat adanya perbedaan densitas yang tinggi, ketajaman uang logam masih terlihat walau bentuknya tidak tegas (uang logam bergerak). Dengan demikian, batas yang tegas dari citra radiografi tidak hanya tergantung oleh ketajaman/kontras tetapi dari keduanya. Tingkat eksposi signifikan merubah kontras yang terlihat pada citra radiografi. Bila terjadi overexposure maka densitas pada seluruh bidang film juga meningkat, tetapi “kontras obyektif” (overexposure tidak berlebihan) tidak berubah, karena perbedaan melewatkan cahaya dari seluruh bidang x-foto tetap ada dan dapat diukur. Karena densitas yang demikian besar, mata sudah tidak dapat lagi melihat, karena tidak ada lagi cahaya dari viewer yang dapat melaluinya. Oleh karena itu pemirsa mengatakan bahwa kontras visual berkurang karena overexposure, jadi kontras visual ini bersifat subyektif tidak dapat diukur. Pada underex posure dimana densitasnya sangat minim menyebabkan kontras obyektif dan subyektif menjadi kurang.
D. CONTOH GAMBARAN RADIOGRAFI
Gambaran radiografi pada thorax:
Gambaran radiografi pada thorax:
KESIMPULAN
Dalam mengetahui faktor gambaran radiografi,maka kita harus mengetahui Intensitas keseluruhan dari satu gambaran yang dipengaruhi oleh tiga faktor, mA, jarak dan kV. Bila mA atau jarak digunakan sebagai faktor pengontrol intensitas maka perubahan kontras subyek (bahan) tidak terjadi. Tetapi bila kV digunakan sebagai faktor pengontrol intensitas maka terjadinya perubahan kontras subyek selalu muncul dalam hubungannya dengan perubahan intensitas.Hubungan diantara intensitas sinar-x pada daerah yang berbeda gambarannya didefinisikan sebagai kontras subjek.Kontras subjek tergantung pada sifat subjek, kualitas radiasi yang digunakan, intensitas dan penyebaran radiasi hambur, tetapi tidak tergantung terhadap waktu, mA, jarak dan jenis film yang digunakan.
0 komentar: